Jumat, 01 Maret 2013

BJ. Habibie; 2016 Rampungkan Pembangunan Industri Pesawat di Batam

BATAM- Mantan Presiden BJ Habibie berkomitmen untuk merintis industri pesawat terbang di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho.

"Beberapa waktu lalu Pak Habibie sudah menyampaikan komitmennya untuk merintis industri penerbangan di Batam. Ia menyatakan hanya akan merintis selama tiga tahun, setelah itu pensiun dan menyerahkan pada anak-anak terbaik bangsa ini," katanya di Batam, Selasa.

Hal tersebut, kata Djoko, disampaikan pada Kepala BP Batam Mustofa Widjaja dan sejumalah petinggi BP Batam di Jakarta saat penandatanganan pengalokasian 62 hektare (ha) dari 100 ha lahan yang akan dibangun perkantoran, hanggar, perbaikan dan perawatan berat (maintenance, repair and overhaul/MRO) oleh PT Indonesia Aero Maintence (IAM) dan Habibie di perusahaan ituy adalah ketua dewan komisaris.

"Habibie mengatakan hanya mempersiapkan perusahaan. Suatu saat nanti pemerintah diharapkan yang akan mengambil perusahaan industri pesawat itu," kata dia.

Djoko mengatakan, Habibie yang juga pernah menjabat kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam) sekitar 18 tahun yakin dalam tiga tahun perusahaan tersebut akan berkembang pesat sehingga sudah bisa berjalan sendiri.

"Tujuan lain dari Habibie merintis perusahaan pesawat di Batam untuk lebih mendapat manfaat dari posisi Batam yang lebih strategis. Bukan hanya Singapura dan Malaysia yang mendapatkan manfaat," kata Djoko saat memperdengarkan rekaman pidato Habibie.

BP Batam mengalokasikan lahan 100 ha di Bandara Hang Nadim untuk PT IAM. Pada tahap pertama perusahaam itu akan melakukan pembangunan pada lahan 62 ha. "Untuk tahap awal fasilitas yang dibangun akan mampu menampung sekitar 12 pesawat berukuran besar," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan.

Untuk tahap kedua, kata Ilham, IAM akan mengembangkan lahan seluas 15 ha untuk pengerjaan fasilitas jalan akses untuk "engine shop" dan gudang suku cadang.

Sementara tahap ketiga akan pembangunan hanggar air frame, MRO, dan beberapa bangunan penunjang termasuk pembangunan paint shop.

"Semua direncanakan akan selesai pada 2016. Mereka menargetkan akan mampu memperbaiki sekitar 70% pesawat dari maskapai dalam negeri yang selama ini masih harus menjalani perawatan di luar negeri," kata Ilham. (ant/gor)
_________________________________________
Sumber : http://www.investor.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

USAHA TIKET PESAWAT, KERETA API HANYA MODAL 150 RIBU

Berikut saya share sedikit tentang usaha Travel, khususnya Usaha Loket Tiket Pesawat dan Kereta Api. Saya menjalankan usaha Ticketing mu...