Senin, 22 April 2013

Peluang Usaha di Kota Batam untuk Pemula Bisnis


Jika Anda ingin memulai menjalankan usaha di Kota Batam, sebaiknya Anda mulai mencari-cari dan meneliti, peluang usaha seperti apakah yang kiranya akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan.

Ada jenis-jenis usaha yang dari tahun ke tahun tidak mengalami surut, bahkan cenderung terus meningkat. Berikut ini adalah peluang usaha di Kota Batam yang diperkirakan akan menjadi tren dan salah peluang terbesar


1. Bisnis kuliner

Ada beberapa fakta menarik tentang bisnis makanan. Fakta pertama: makanan adalah kebutuhan primer, tidak mungkin orang dapat hidup tanpa makan. Fakta kedua: orang-orang makin sibuk dengan karier sehingga tidak lagi punya waktu di dapur. Orang-orang sibuk ini lebih memilih membeli makanan mereka ketimbang memasaknya sendiri. Fakta ketiga: wisata kuliner merupakan kegiatan wisata yang telah dan akan terus menjadi tren. Dari kegiatan ini, orang-orang dapat memuaskan selera makan mereka, juga mendapatkan suasana menyenangkan layaknya orang berwisata. Ketiga fakta di atas adalah indikator kuat bahwa di tahun-tahun mendatang, bisnis kuliner masih akan terus menjadi peluang bisnis yang menjanjikan


2. Binis pakaian

Tren fashion terus berkembang dari waktu ke waktu. Setip saat, bermunculan mode-mode pakaian baru. Orang-orang yang selalu mengikuti tren mode, senantiasa mengubah penampilan, termasuk pakaian mereka, menyesuaikan dengan gaya yang sedang tren. Jelas ini merupakan peluang bisnis di kota Batam yang sangat menjanjikan untuk diambil.


3. Aksesori

Tren fashion tidak dapat berdiri sendiri. Tren pakaian merupakan satu paket dengan tren akserori, seperti gelang, kalung, tas, sepatu, ikat pinggang, dan pernak-pernik lainnya. Ini berarti, peluang usaha di bidang aksesori pun diperkirakan juga menjadi peluang usaha  yang menjanjikan, sebagaimana bisnis pakaian.


4. Bisnis online

Era digital telah memudahkan orang untuk mendapatkan segala kebutuhannya. Dengan hanya sekali “klik”, barang-barang yang diinginkan akan diantar sampai ke rumah. Kemudahan berbelanja online inilah yang membuat bisnis online terus berkembang.


5. Laundry

Laundry adalah solusi mudah dan murah untuk masalah pakaian kotor, sprei, karpet, bad cover, dan sejenisnya. Ketimbang berjibaku dengan pakaian kotor yang menggunung, orang-orang sekarang memilih menyerahkannya ke laudry dan menerimanya kembali dalam kondisi bersih, wangi, dan rapi, hanya dengan membayar yang tidak terlalu mahal.

Itulah peluang bisnis di Kota Batam yang diperkirakan akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit.

Kawasan Perdagangan Bebas Batam memberikan Peluang Bisnis

Sepanjang minggu, diakhir bulan, sering terlihat di surat kabar lokal,  memberitakan gairah baru bagi geliat bisnis di Kota Batam, terasa nampak optimis akan adanya kesempatan pertumbuhan ekonomi di Pulau Industri ini. 

Hampir semua media lokal, selalu menempatkan isu Batam sebagai Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas) menjadi headline, sesuai dengan Ketetapan PP RI NOMOR 46 Tahun  2007 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, dan PP-RI 47 untuk Bintan, serta dan PP-RI No 48 untuk Karimun yang langsung diteken oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. 

Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas Batam)


Dengan adanya Peraturan (PP) tersebut, ada beberapa hal Perencanaan Infrastuktur Kepulauan Riau : 

  • Pembangunan Kawasan Ekonomi Pariwisata Terpadu (KEWT) terbesar di Asia Tenggara yang akan menghubung wilayah pulau yakni Jembatan Barelang (Batam, Rempang dan Galang). 
  • Menetapkan Free Trade Zone Area
  • Kerangka Bisnis berorientasikan Ekspor
  • Menumbuhkembangkan industri lokal (UKM
Bandara Udara Internasional Batam

Dukungan pemerintah untuk UKM

Kegiatan Usaha Menengah

Transaksi Jual Beli di Batam
Sebuah artikel yang diterbitkan Marketing Section, Batam Authority (BEI NEWS 5 th Edition Year II, March-April 2001) misalnya menulis tentang prospek Batam :

" Despite the inevitability of a global free trade environment, Indonesia has to prepare itself for this eventuality in order to remain competritive in Asia Pacific. With the rapid growth and existence of Batam to date, Indonesia has excellent prospects to compete for a piece of the regional and global trade pie. By capitalizing on the strategic location of Batam in one of the world’s busiest trade routes, the Straits of Malacca, as well as adequate infrastructures, facilities and pool of labor, Batam can serve as the export center of Indonesia. Indonesian exporters, too, can benefit from a Free Trade Zone Batam to invest in Batam, as an initial step towards marketing their products globally."

Pertanyaannya bagi kita, anggota BBI- yang notabene terdiri dari para pengusaha UKM dari Bandung atau Jawa Barat pada umumnya ? Apa yang mesti dilakukan ?

Saya hanya seorang pelaku dan bukanlah pengamat ekonomi. Sebagai pelaku, tidak banyak teori dan data akurat - selain instuisi dan pengalaman saya saja yang mengajarkan bahwa jika ada investasi akan berarti menyerap tenaga kerja. Dengan bertambahnya investasi akan terdapat pertumbuhan ekonomi. Nah, otomatis saja pertumbuhan ekonomi akan memberikan multiplier effect ( efek berganda) kepada sektor lainnya bertumbuh. Pandangan saya akan tumbuh berbagai peluang usaha yang menyangkut pelayanan pada segala kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi - yang notabene adalah pekerja antara lain perumahan, makanan, jasa angkutan, dan jasa hiburan serta rekreasi. Belum lagi peluang mengembangkan pasar ke wilayah AFTA ( Asean). Dengan tranportasi Batam ke Singapura dan Johor hanya 45 menit dan biaya Rp 230.000,- saja, bukankah itu pasar besar dengan low cost operations ?
Pembangunan Properti yang sangat Pesat

Prospek diatas akan menarik bagi pelaku yang memiliki daya antisipatif dan berjiwa pionir. Kalau hanya jadi pengikut (follower) setelah lihat dulu orang lain, hukumnya bagi pengikut adalah tidak berhak atas maksimum margin. Nah siapa rekan2 pengusaha berbagai sektor mau berkiprah di Batam FTZ ? Ayo bersama meraih sukses

Kamis, 11 April 2013

Pusat Perbelanjaan di Batam - Shoping Complex

Nama : Batam City Square
Alamat : Penuin
Lokasi yang terletak di Penuin ini merupakan Merupakan pusat perbelanjaan yang menjual produk-produk luar dengan berbagai bentuk seperti tas, jam, sepatu, baju, aksesoris dengan harga yang menarik.

Dapat ditempuh dengan kendaraan umum lebih kurang 10 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, 7 menit dari Nagoya, 15 menit dari Pelabuhan Batam Center dan 45 menit dari Hang Nadim.

Nama : Diamond City Mall
Alamat : Jodoh
Lokasi yang terletak di Jodoh ini merupakan pusat penjualan perlengkapan keperluan muslimah dengan harga dan barang yang bermutu, juga dilengkapi dengan department store yang menjual produk-produk luar dan dalam negeri.

Dapat di tempuh dengan angkutan umum lebih kurang 5 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, 7 menit dari Nagoya, 15 menit dari Pelabuhan Batam Centre dan 45 menit dari Hang Nadim.

Nama : Lucky Plaza
Alamat : Nagoya
Lokasi yang terletak di Nagoya ini merupakan Pusat perbelanjaan dimana hampir semua retail menawarkan produk-produk telephone seluler / HP dan merupakan tempat terbesar di Batam. Produk yang ditawarkan baik produk keluaran terbaru maupun bekas. Dengan harga yang ditawarkan bersaing, pusat perbelanjaan ini selalu ramai dikunjungi.

Menuju Lucky Plaza yang berada di pusat perbelanjaan Nagoya, dapat ditempuh dengan berjalan kaki jika menginap di sekitar Nagoya, dan menggunakan kendaraan umum lebih kurang 10 menit dari Pelabuhan Harbur Bay, 15 menit dari Pelabuhan Batam Center, 45 menit dari Bandara Hang Nadim.

Nama : Mega Mall
Alamat : Batam Centre
Lokasi yang terletak di Batam Centre ini merupakan Pusat perbelanjan yang berada di dekat pelabuhan Internasional, yang menyediakan berbagai toko bermerk seperti Levi\'s, Wrangler, Adidas,Matahari Dept.Store, juga menawarkan berbagai tempat makan seperti KFC, A&W, Es Teler 77 dan lainnya.

Untuk menuju ke Mega Mall, Anda bisa menggunakan shuttle bus khusus dari hotel-hotel tempat penjemputan atau menggunakan angkutan umum menuju Batam Centre.

Nama : Nagoya
Alamat : Pertokoan sekitar Nagoya
Lokasi yang terletak di Pertokoan sekitar Nagoya ini merupakan deretan pertokoan yang menjual aksesoris seperti sepatu,tas,ikat pinggang,jam dan lain-lain dengan kualitas dan harga yang bersaing. Dengan deretan toko-toko tersebut yang menjual produk aksesoris, memudahkan pengunjung pindah dari satu toko ke toko berikutnya.

Jika Anda menginap di Nagoya dapat di tempuh dengan berjalan kaki, namun juga dapat di tempuh dengan kendaraan umum. Dengan jarak lebih kurang 7 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, 15 menit dari Pelabuhan Batam Center dan 45 menit dari Bandara Hang Nadim.

Nama : Nagoya Hill
Alamat : Nagoya
Lokasi yang terletak di Nagoya ini terdapat beragam toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan seperti pakaian, aksesoris,perlengkapan olahraga, perlengkapan sehari-hari dan sebagainya. Serta dilengkapi dengan banyak tempat makan yang menawarkan selera dari berbagai daerah maupun internasional.

Untuk menuju ke Nagoya Hill yang berada di pusat kota, jika Anda berada disekitar Nagoya dapat menggunakan kendaraan umum ataupun berjalan kaki. Jika tidak, anda dapat menggunakan angkutan umum dengan tujuan Nagoya.

Nama : Panbill Mall
Alamat : Muka Kuning
Lokasi yang terletak di Muka Kuning ini merupakan pusat perbelanjaan yang berada di kawasan indutri Muka Kuning ini, terdiri dari toko-toko yang menjual keperluan sehari-hari dan menyajikan berbagai masakan nusantara.

Untuk menuju ke Panbil Mall bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum seperti taksi,carry,bis yang ditempuh lebih kurang 7 menit dari Pelabuhan Batam Center, 20 menit dari Bandara Hang Nadim dan 15 menit dari Nagoya.

Nama : Plaza Top 100 Penuin
Alamat : Penuin
Lokasi yang terletak di Penuin ini terdiri dari Department Store dan Supermarket Top 100 yang menjual produk dalam luar negeri dan tempat untuk membeli oleh-oleh dari Batam. Dikelilingi oleh toko-toko kecil yang menjual aksesoris dan kebutuhan sandang yang merupakan produk luar negeri.

Dapat di tempuh dengan kendaraan umum dengan jarak 10 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, 7 menit dari Nagoya, 10 Menit dari Pelabuhan Batam Center.

Nama : Top 100 Jodoh
Alamat : Jodoh
Lokasi yang terletak di Jodoh ini merupakan Pusat Perbelanjaan yang terdiri dari 2 lantai dimana, pada lantai atas merupakan department store dan supermarket Top 100 yang menjual berbagai produk dalam dan luar negeri.
Dilantai bawah diramaikan oleh toko-toko yang menjual barang-barang elektronik, Hp dan aksesoris dengan harga yang terjangkau.

Untuk menuju Top 100 Jodoh, bisa menggunakan kendaraan umum dari Pelabuhan Harbour Bay lebih kurang 5 menit, dari Nagoya ditempuh dlm 5 menit dan dari Hang Nadim 45 menit.

Sejarah Singkat Kota Batam

Peta Pulau Batam
Batam merupakan salah satu pulau yang berada di antara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Tidak ada literatur yang dapat menjadi rujukan dan mana nama Batam itu diambil, yang jelas Pulau Batam merupakan sebuah pulau besar dan 329 pulau yang ada di wilayah Kota Batam. Satu-satunya sumber yang dengan jelas menyebutkan nama Batam dan masih dapat dijumpai sampai saat ini adalah Traktat London (1824).
 Penduduk asli Kota Batam diperkirakan adalah orang-orang Melayu yang dikenal dengan sebutan Orang Selat atau Orang Laut. Penduduk ini paling tidak telah menempati wilayah itu sejak zaman kerajaan Tumasik (sekarang Singapura) dipenghujung tahun 1300 atau awal abad ke-14.
Malahan dan catatan lainnya, kemungkinan Pulau Batam telah didiami oleh orang laut sejak tahun 231 M yang di zaman Singapura disebut Pulau Ujung. Pada masa jayanya Kerajaan Malaka, Pulau Batam berada di bawah kekuasaan Laksamana Hang Tuah. Setelah Malaka jatuh, kekuasaan atas kawasan Pulau Batam dipegang oleh Laksamana Hang Nadim yang berkedudukan di Bentan (sekarang P. Bintan). Ketika Hang Nadim menemui ajalnya, pulau ini berada di bawah kekuasaan Sultan Johor sampai pada pertengahan abad ke.18. Dengan hadirnya kerajaan di Riau Lingga dan terbentuknya jabatan Yang Dipertuan Muda Riau, maka Pulau Batam beserta pulau-pulau lainnya berada di bawah kekuasaan Yang Dipertuan Muda Riau, sampai berakhirnya keraj aan Melayu Riau pada tahun 1911.

Di abad ke-18, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat Melaka. Bandar Singapura yang maju dengan pesat, menyebabkan Belanda berusaha dengan berbagai cara menguasai perdagangan melayu dan perdagangan lainnya yang lewat di sana. Hal ini mengakibatkan banyak pedagang yang secara sembunyi-sembunyi menyusup ke Singapura. Pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura, amat bermanfaat bagi pedagang-pedagang untuk berlindung dan gangguan patroli Belanda. Pada abad ke-18, Lord Minto dan Raffles dan kerajaan Inggris melakukan Barter dengan pemerintah Hindia Belanda sehingga Pulau Batam yang merupakan pulau kembar dengan Singapura diserahkan kepada pemerintah Belanda.

USAHA TIKET PESAWAT, KERETA API HANYA MODAL 150 RIBU

Berikut saya share sedikit tentang usaha Travel, khususnya Usaha Loket Tiket Pesawat dan Kereta Api. Saya menjalankan usaha Ticketing mu...